WELCOME.... =D
blog ini berisi tentang curahan hati pecinta teknologi...
semoga bermanfaat...

Sabtu, 26 Juni 2010

tips dan trik nicon d40

Tips & Trik D40

Notes : Blog ini pindah alamat ke http://wiranurmansyah.com . Terima kasih atas kunjungannya.

Banyak yang bertanya apakah D40 bisa menghasilkan gambar yang indah ? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Tergantung dari bagaimana anda menggunakan dan memaksimalkan potensi yang ada. Karena menurut saya, D40 dengan kamera lainnya adalah sama saja. Tetapi anda memang harus menguasai kamera anda sendiri agar pada saat memotret kamera tidak menghalangi anda berkreasi. Kamera harus menjadi perpanjangan mata dan tangan anda. Tips – Tips di bawah ini mungkin akan membantu anda, khususnya pengguna D40 agar bisa digunakan dengan maksimal.

1. Percaya diri : Yakinlah bahwa D40 adalah kamera yang luar biasa ! Apakah anda sadar D40 really worth to be bought ? Dengan kualtitas body yang (saya pikir) lebih baik daripada merk lain yang sejenis dan kualitas gambar yang bisa diadu dengan saudara-nya (D80, D200 etc). Yakinlah pada diri anda bahwa anda-lah yang membuat gambar, bukan kamera!

2. Setting Kamera : D40 memiliki setting Optimize image. Disinilah kita mengatur output dari gambar yang akan dihasilkan. Ada yang suka warna – warni yang dangdut seperti orang ini , dan sebagian orang yang lain justru ingin warna yang tidak terlalu dipaksakan karena alasan noise, dynamic range, dan lain sebagainya. Hal ini membutuhkan banyak eksperimen. Tapi jangan berharap dengan settingan ini foto anda menjadi lebih baik. Perhatikan dahulu cahaya yang ada pada subjek foto kita !
Tips : Setting contrast ( Tone compensation) ke auto. D40 cukup pintar untuk mengkompensasi gelap dan terang dari scene yang kita hadapi. Jika anda adalah orang yang cukup rajin, gunakan settinga preset dan anda bisa mendownload “picture control” dari komputer ke kamera anda. Berasa D300 kan. :)

nikon d40

nikon d40

3. ISO auto : D40 adalah kamera yang cukup pintar dan 40d adalah kebalikannya. Ups! Fitur auto iso memungkinkan ada untuk menentukan shutter speed atau aperture dan d40 akan memilihkan iso yang sesuai. Percayalah, fitur ini benar-benar berguna di berbagai kondisi pemotretan. Tetapi ingat, pada saat mode manual exposure, fitur auto iso belum dimatikan. Hal ini mungkin cukup menggaggu bagi sebagian orang, tetapi jika kita berpikir sejenak. Mode manual dengan iso auto menjadikan mode yang sangat canggih. Saya menyebutnya Shutter Aperture priority. Mungkin mirip seperti mode program, tapi kita bisa mengatur kombinasi shutter dan aperture secara terpisah sesuai keinginan. Tetapi hati-hati bisa saja semua jepretan anda menggunakan iso 1600. :lol:

4. My menu setting : D40 memang tidak mempunyai banyak tombol shortcut seperti kamera kelas atas. Tapi anda mempunyai setting ” my menu” yang memungkinkan kita bisa membuang menu yang tidak diperlukan. Menu – menu yang hanya perlu disetting sekali saja lebih baik dibuang. Sisakan satu halaman saja untuk mengakses menu yang penting seperti Auto ISO, Optimize image, White Balance dan yang menurut anda penting.

5. Flash : Jika anda ditanya siapa yang punya teknologi flash paling hebat, nikon adalah jawabannya. Saat anda memotret dengan flash (mode normal), maka exposure bar akan ditarik ke nilai minus. Ini normal. Menandakan bahwa background akan underexpose dan subjek akan terang karena flash. Jika diinginkan background juga terang (terisi ambient light), gunakan mode slow sync flah. Exposure bar akan menunjukan nilai yang normal. Shutter speed akan sama dengan kondisi anda tidak menggunakan flash, jadi gunakan tripod atau sandarkan kamera pada permukaan yang stabil.

6. RGB histogram : Ini adalah kunci untuk mendapatkan exposure yang baik dan benar. Tahukan anda bahwa histogram yang ditampilkan saat anda menekan tombol bawah d-pad, itu hanyalah bagian green channel. Bagaimana jika red channel dan blue channel overexpose ? Lihatlah ke RGB histogram, caranya : saat preview image tekan ok –> filter effect –> color balance –> lihatlah apakah ada channel yang clipping. Jika anda sedang bekerja dengan file RAW, menekan OK sekali lagi maka anda mendapatkan konversi ke JPEG secara gratis. :)

7. Gunakan Remote control : nikon remote control ML-3 sangat berguna lho, selain untuk wireless cable release, juga bisa dipakai buat narsis..hehehe. Dan bisa dibuat sendiri dengan mudah bagi mahasiswa elektro.

My Dream camera :)

Mini review : Digital SLR Nikon D40

Posted on 16 November 2007 by Mas Gaptek


Pada kesempatan kali ini saya mencoba menyajikan sebuah mini-review pribadi atas produk kamera digital SLR keluaran Nikon yaitu D40 yang saya beli pada pertengahan tahun 2007.

Nikon D40Nikon D40 semenjak peluncuran perdananya hampir setahun lalu, hingga kini masih menjadi kamera SLR digital termurah yang tersedia dipasaran. Dengan harga 5 jutaan, Anda sudah bisa menjadi pemilik kamera DSLR 6 mega piksel lengkap denganlensa kit 18-55mm DX II f/3.5-5.6. MemangNikon D40 sengaja diposisikan untuk mengisi pasar DSLR kelas murah dan bersaing langsung dengan Canon EOS 350D (8 MP) serta Pentax K100D (6 MP). Tren DSLR murah kini telah berhasil menggerus pasar kamera digital prosumeryang umumnya berharga 4 jutaan. Dengan gap harga yang begitu dekat, Nikon berharap para calon pembeli kamera prosumer untuk tidak tanggung-tanggung dalam terjun ke dunia fotografi dengan langsung membeli D40 sebagai DSLR pertamanya.

Sebelum kita mulai, ada sedikit informasi penting mengenai D40 akan saya sampaikan di awal. Demi memangkas harga jual dan menjaga ukuran kamera ini tetap kecil, Nikon memutuskan untuk meniadakan motor auto fokus pada bodi D40. Artinya, proses auto fokus pada D40 hanya bisa dilakukan apabila lensa Nikon yang digunakan adalah lensa generasi baru berkode AF-S yang memiliki motor fokus berteknologi SWM (dan sekarang juga ada lensa alternatif dari Sigma berkode HSM yang kompatibel dengan D40). Hal ini akan menjadi masalah bagi mereka yang telah memiliki koleksi lensa lama (Nikon AF) karena lensa tersebut terpaksa hanya bisa dipakai dengan fokus manual pada D40. Namun jika Anda adalah pemain baru di dunia DSLR semestinya tidak perlu kuatir karena Nikon akan terus meluncurkan lensa baru berkode AF-S yang tentunya dapat auto fokus di D40.

Nikon D40 backBaiklah, kita mulai saja. Dengan ukuran 126 x 94 x 64 mm, bodi D40 memang secara umum terasa lebih kecil dibanding kamera DSLR lain, bahan materialnya memang terbuat dari plastik namun masih tetap terasa kokoh. Dengan lensa kit terpasang Anda akan merasa kamera ini masih ringan, bahkan jika Anda menambah lampu kilat eksternal SB-400sekalipun. Layar LCD TFT beresolusi 230.000 piksel yang dipakai cukup lebar dengan ukuran 2,5 inci, tampilan di layar terlihat tajam dengan viewing angle yang lebar. Di layar inilah ditampilkan menu utama untuk semua settingkamera. D40 memiliki optical viewfinder yang cukup terang meskipun hanya menggunakan penta-mirror (tidak seperti DSLR kelas atas yang menggunakan penta-prism). Handgrip relatif kecil untuk ukuran orang dewasa bertangan besar, saya masih merasa lebih nyaman saat menggenggamprosumer Lumix FZ50, misalnya. Namun meski ukuran handgrip yang relatif kecil, Nikon berhasil menjaga ergonomi kamera ini dengan baik. Terbukti saat saya menggunakan kamera ini dengan satu tangan ternyata tetap terasa stabil dan mantap digenggam.

Sensor CCD 6 MP dengan format DX

Nikon D40 menggunakan sensor CCD berukuran APS-C berformat DX buatan Sony. Sensor APS-C memiliki ukuran 23.7 x 15.5 mm yang memang lebih kecil dari ukuran sensor kamera DSLR full frame/ekuivalen film 35mm, namun jauh lebih besar daripada sensor pada kamera saku. Memang sensor CCD dari Nikon D40 hanya memiliki resolusi 6 MP dengan format 3:2, namun rasanya resolusi 6 MP sudah mencukupi untuk keperluan fotografi sehari-hari hingga urusan cetak mencetak foto berukuran sedang. Pilihan sensitivitas sensor, atau yang biasa disebut nilai ISO tersedia dari 200 sampai 1600, plus Hi+1 (ekuivalen 3200). Sebagaimana layaknya sensor kamera lainnya, pemakaian ISO rendah lebih ditujukan pada kondisi pemotretan yang cukup cahaya, sementara ISO tinggi mampu memberikan sensitivitas tinggi saat kurang cahaya, meski harus dibayar dengan hadirnya noise yang mengganggu. Pada pengujian hasil foto D40 dengan memakai ISO 200 dan 400 tidak tampak adanya noise, pada ISO 800 hasil fotonya masih cukup bersih darinoise, dan untuk ISO 1600 noise yang ada masih cukup terjaga dengan baik. Kondisi cukup parah terjadi saat nilai ISO diset ke Hi-1 yang setara dengan ISO 3200, sehingga sebaiknya nilai ISO ini dipakai hanya saat ‘darurat’ saja. Hasil pengujian seperti pada contoh dibawah ini, pemotretan dengan lensa kit 18-55mm, Av-f/4.5, WB auto, EV-0, flash off, auto ISO off (foto teratas merupakan objek foto aslinya, sementara dibawahnya adalah 100% crop pada masing-masing nilai ISO) :

Nikon tampaknya berhasil membuat algoritma noise reduction D40 yang seimbang dengan menerapkan noise reduction namun tetap mampu mempertahankan detail foto pada pemakaian ISO tinggi. Lagipula D40 telah menjadi salah satu kamera DSLR yang mampu memberi hasil foto terbaik pada ISO 1600, cukup mengagumkan. Yang menarik, pada Nikon D40 diperkenalkan fiturAuto ISO yang amat bermanfaat. Dengan adanya fitur ini, Anda tidak perlu pusing untuk mengatur nilai ISO untuk tiap kondisi pemotretan. Cukup aktifkan fitur ini, tentukan berapa nilai ISO maksimal dan pada shutter berapakah Auto ISO akan bekerja. Selebihnya setiap Anda mengambil foto, kamera akan menentukan sendiri apakah ISO perlu dinaikkan atau tidak, dan menentukan juga berapa nilai ISO yang tepat untuk kondisi pencahayaan saat itu.

Performa tinggi, sarat fitur

Meski menjadi DSLR termurah, performa Nikon D40 ternyata amat baik. Start up singkat, auto fokus cepat dan akurat (berkat Silent Wave Motor pada lensa) dan shutter lag yang juga amat singkat. Bila burst mode diaktifkan, D40 bisa mengambil gambar secara kontinyu sampai 2,5 gambar per detik. Shutter D40 memiliki kemampuan hingga 1/4000 detik dengan kombinasimechanical dan electrical shutter. Terdapat pilihan exposure mode auto atau manual, serta beberapa mode Digital Vari-program untuk keleluasaan pemotretan. Untuk pilihan metering tersedia 3D color matrix II (420 pixel RGB sensor) yang menjadi andalan SLR Nikon generasi baru, selain itu Anda juga bisa memilih metoda metering konvensional seperti center weighted atau spot metering. Untuk pilihan white balance tersedia mode auto (cukup aman untuk berbagai sumber cahaya) dan berbagai pilihan preset white balance yang masing-masing dapat di fine tuning (ke arah + atau -). Built-in flash dengan guide number 12 pada ISO 100 bekerja cukup baik, dengan i-TTL system yang cerdas mengatur intensitas pencahayaan sesuai jarak objek terhadap kamera. Apabila dirasa perlu memakai flash manual (non TTL), Anda tinggal merubah setting flash dari TTL ke manual dan selanjutnya tersedia pilihan flash power, mulai dari full power hingga nilai yang lebih rendah. Hebatnya lagi D40 memiliki flash-sync sampai 1/500 detik, suatu angka yang jarang dimiliki oleh SLR lain. Nilai flash-sync secepat ini diraih berkat penggunaan electrical shutter, bermanfaat bila ingin menggunakan lampu kilat saat memotret di siang hari. Apabila dibutuhkandaya flash yang lebih besar dapat mempertimbangkan flash eksternal yang dipasangkan di hot shoe D40. Selain itu flash eksternal memungkinkan cahaya dibouncing ke langit-langit sehingga jatuhnya cahaya akan lebih alami.

Seputar auto fokus pada D40

Seperti yang sudah saya ulas di awal, proses auto fokus pada D40 hanya mengandalkan pada putaran motor SWM pada lensa-lensa Nikon berkode AF-S. Setidaknya sistem fokus memakai motor pada lensa ini memiliki kelebihan dalam hal kecepatan dan ketepatan fokus dibanding sistem auto fokus yang digerakkan oleh motor pada kamera. Namun apabila lensa yang dipasang tidak memiliki motor AF maka sistem auto fokus tidak bisa digunakan. Modul auto fokus pada kamera D40 menggunakan modul Multi-CAM530 yang sayangnya hanya memiliki 3 titik horizontal (left, center, right) sehingga kurang fleksibel bila dipakai pada kondisi pemotretan yang sulit. Ketiga titik fokus tadi akan mencari area fokus berdasarkan setting AF area mode pada kamera, yaitu :

  • Closest subject (default mode-sensor akan memilih objek terdekat)
  • dynamic area (sensor memilih 1 dari 3 titik fokus)
  • single area (pemakai memilih sendiri 1 dari 3 titik fokus secara manual)

Saya temui dengan memakai mode default terkadang kamera salah dalam mengunci fokus, sehingga mode ini akhirnya saya biarkan pada mode single area, dimana dalam kondisi normal titik area fokus selalu ada di posisi center, dan apabila diperlukan barulah dirubah ke kiri atau ke kanan secara manual. Selain pilihan AF area, pada Nikon D40 juga terdapat pilihan focus servo mode. Pilihan mode ini dipakai untuk menentukan apakah kamera akan mengunci fokus pada objek yang diam atau bergerak. Salah satu kelebihan kamera DSLR adalah kemampuan auto fokusnya yang mampu terus-menerus memfokus pada objek yang bergerak meski bergeraknya menjauhi atau mendekati kamera. Untuk itu tersedia empat pilihan focus servo mode : Continuous/AF-C (untuk objek yang terus bergerak), Single servo/AF-S (untuk objek diam), auto (AF-A) yang akan mendeteksi gerakan objek dan otomatis menentukan servo fokusnya, serta Manual Focus (apabila memakai lensa non AF-S). Untuk membantu sistem auto fokus dalam kondisi gelap, tersedia sebuah lampu AF assist berwarna putih terang (dan berfungsi juga sebagai indikator saat self-timer).

Lensa kit 18-55mm generasi II

afs-18-55-logoUntuk lensa kit dari D40 ini Nikon telah mengeluarkan lensa AF-S 18-55mm DX f/3.5-5.6 generasi II dengan motor SWM, dimana lensa ini sudah cukup baik untuk mulai dipakai jeprat-jepret. Karena D40 memakai format DX, maka lensa Nikon ini akan terkena crop factor 1,5x sehingga jangkauan lensa ini jadinya setara dengan 27-82.5mm (3x zoom). Jangkauan ini dirasa sudah cukup ideal untuk kebutuhan wideangle hingga medium telephoto. Disamping itu lensa zoom termurah dari Nikon ini juga telah dilengkapi lensa aspherical dan lensa berelemen ED ( untuk menghindari penyimpangan warna serta menjaga ketajaman dan kontras). Saya akui lensa mungil ini memang tajam terutama jika memakai nilai f/8, meski pada saat bukaan maksimal ketajamannya tetap saja baik. Untuk urusan distorsi juga lensa ini patut diacungi jempol dengan distorsinya yang rendah bahkan pada saat wide-end. Kekurangan dari lensa kit ini adalah bodinya yang terbuat dari plastik (termasuk mountingnya),bokehnya yang kurang blur dan manual fokus yang sulit (tidak bisa beralih dari auto ke manual fokus secara langsung, harus menggeser A/M switch terlebih dahulu). Apabila jangkauan zoom lensa kit ini dirasa masih kurang, Anda bisa menabung dulu untuk nantinya menambahkan lensatele ekonomis Nikon AF-S 55-200 DX (1,6 juta untuk non-VR dan 2,2 juta dengan VR).

Final words

Bila disimpulkan, hal yang layak diacungi jempol dari Nikon D40 (dan lensa kitnya) adalah performanya yang melebihi harganya. D40 beserta lensa kitnya telah mampu menghasilkan foto berkualitas dengan warna yang indah (meski default JPEG cenderung agak over saturated), eksposure dan kontras yang baik serta noise yang relatif bersih meski pada ISO tinggi. Selain itu D40 memiliki keunggulan pada ukurannya yang kecil (dan ringan) namun tetap menjaga ergonominya dengan baik, layar LCDnya yang tajam, daya tahan baterai yang awet (menggunakan baterai baru tipe EN-EL9), menu sangat simpel dan mudah, adanya retouch menu dan sudah mendukung USB 2.0 serta SDHC memory card (sampai 4 GB).

Tentu saja dengan harga semurah ini, Nikon D40 tidak bisa lepas dari adanya kekurangan. Masalah pertama tentunya adalah keterbatasan pilihan lensa yang bisa auto fokus di D40. Selain itu, modul auto fokus yang hanya memiliki 3 titik amat tertinggal daripada pesaing yang umumnya telah mencapai 7-11 titik, hal ini dapat menyulitkan saat memotret vertikal, tidak ada top status LCD (meski bagi sebagian orang ini bukan suatu masalah), tidak ada mode exposure dan white-balance bracketing, tidak ada DOF preview dan tanpa fitur yang sedang tren saat ini, sistem ‘anti debu’.

So, menurut saya Nikon D40 memang layak direkomendasikan sebagai kamera DSLR entry level terbaik saat ini. Demikianlahmini-review yang saya dapat sajikan, semoga dapat berguna bagi Anda terutama yang sedang mencari DSLR idaman, salam.

Selasa, 22 Juni 2010

favorite song

CAHAYA BULAN (OST.Soe Hok Gie)


perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya kota kelam mesra menyambut sang petang
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa matahari terbit menghangatkan bumi


aku orang malam yg membicarakan terang
aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang

perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya nyali besar mencuat runtuhkan bahaya
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi

aku orang malam yg membicarakan terang
aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang

cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah aku tau dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati

terangi dengan cinta di gelapku
ketakutan melumpukanku
terangi dengan cinta di sesatku
dimana jawaban itu

Kesederhanaan dan Kejujuran



Drigo Serenade L. Tobing sadar betul, bila fotografi digital dengan segala kemudahan dan teknologinya membuat banyak orang yang sebelumnya hanya tertarik saja, kemudian berminat untuk mencoba. Siapa saja bisa memotret tanpa melihat status sosial, ekonomi, profesi, jenis kelamin, hingga usia. “Yang membedakan adalah bagaimana cara memotretnya,” ujarnya singkat. Mengapa? “Karena kita ingin melukis dengan cahaya yang membutuhkan sentuhan seni dan kreatifitas,” tandasnya bersungguh-sungguh.

Diakui pria yang akrab disapa Drigo, dengan hadirnya teknologi digital membuat fotografer “mabuk” oleh nikmatnya kemudahan yang diberikan teknologi. Sehingga pada akhirnya larut dalam kemudahan yang ditawarkan teknologi –tanpa memerhatikan– apakah pesan yang ingin disampaikan melalui foto tersebut sampai kepada orang yang melihatnya.


read more klik http://indonesianphotographer.com/?p=507


HIDUP FOTOGRAFER INDONESIA....

hahaha

indahnya math-dis-kom


sebuah verteks mulai lelah dalam menjalani hidupnya kini. dia bosan dengan situasi di lingkungannya. entah apa yang membuat ia menjadi seperti itu. selalu gelisah akan masa depan, menyesali yang telah terjadi, seakan takut untuk menghadapi kenyataan dalam hidupnya.
suatu ketika ia berkenalan dengan edge yang menghubungkan dia dengan ketentraman hati. seiring dengan runtun waktu, ia menjadi amat sangat dekat dengan si edge. hingga ia menyadari bahwa dia telah jatuh cinta. ya... jatuh cinta dengan edge hingga membentuk sebuah relasi baru yang begitu indah mereka jalani saat ini.

semoga hubungan mereka akan selamanya tanpa terkikis oleh runtun waktu yang begitu rumit.

Rabu, 16 Juni 2010

h

Foto Lengkap dan Analisa Awal Munculnya 8 Lubang Raksasa di China dan Guatemala

Setidaknya seperti gambaran dalam film 2012 dimana daratan seperti tergulung oleh bencana, dalam beberapa waktu terakhir ini banyak peristiwa aneh terjadi dialam semesta ini, pertanda apakah semua itu.

Belum lama terjadi di Guatemala dimana secara tiba tiba sebuah perempatan jalan menjadi lubang bulat raksasa atau disebut sinkhole, baru baru ini peristiwa serupa terjadi pula di Cina dan tidak tanggung tanggung jumlah lubang yang muncul banyak dengan kurun waktu susul menyusul.

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Delapan lubang itu terjadi dalam kurun waktu dua minggu dan berukuranbesar. Anehnya lagi, banyak menyusul lubang lubang lain setelah warga setempat melaporkan ke pemerintah.

Tanah berlubang yang terakhir terjadi pada 4 Juni jam 12:25 pagi waktu Beijing, di tengah jalan bebas hambatan di Provinsi Zhejiang di wilayah pantai Timur negara itu. Besarnya lubang 27 kaki atau 8 meter dengan kedalaman 20 kaki atau 6,5 meter, demikian surya merilis dari xinhua.

Lubang ini terjadi ketika truk ringan melintasinya. Truk ini terguling ketika roda belakangnya tersangkut lubang. Pengemudi yang cedera ringan memanjat keluar dan menghentikan lalu lintas ketika dia melihat lubang besarmenganga. Polisi datang sepuluh menit kemudian dan memblokir jalan.

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Juru bicara dari kantor pengelola jalan bebas hambatan mengatakan bahwa para ahli memperkirakan jebolnya tanah secara tiba-tiba karena runtuhnya gua batu kapur akibat erosi, tetapi penyelidikan sedang dilakukan.

Kemudian di hari yang sama sekitar 300 mil atau 500 km barat Kota Nanchang, ibu kota Provinsi Jiangxi, sebuah mobil tersangkut ketika sebuah lubang sebesar mobil mendadak terbuka di tengah jalan utama.

Pada 3 Juni, empat lubang besar terjadi di Provinsi Guangxi ketika terjadi amukan badai hujan deras. Menurut laporan media pemerintah China, lebih dari 600 penduduk harus dievakuasi karena kejadian itu.

Tiga lubang lebih kecil ditemukan antara 27 Mei sampai 30 Mei di Selatan Provinsi Sichuan, kurang dari 80 mil atau 120 km dari pusat gempa mematikan yang terjadi di Sichuan tahun 2008, menewaskan sekitar 80,000 orang. Di Kota Yibin, sekitar 400 km dari pusat gempa, 26 lubang telah terbentuk sejak 27 April.

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana

Lubang raksasa bermunculan dimana-mana, gambar ini merupakan gambar lubang di sebuah perempatan jalan di Guatemala

tanda apa ini???

Selasa, 01 Juni 2010

pelarianku...


haadeeehh...
mungkin ini hanya pelarian saya dalam dunia maya. Apa yang terjadi? Facebook yang menjadi tumpahan ke-strez-an saya selama ini, telah tiada selam-lamanya. mungkin memang sebuah kebijakan dari operator facebook yang saat ini gencar-gencarnya melakukan sistem keamanan yang superduper ketat. dan bodohnya saya, saya dengan sengaja mengisi identitas pribadi dengan yang bukan sebenarnya...hahahaha
ya sudahlaaa... mungkin sudah takdir saya untuk begini adanya...
dan hikmah yang dapat kita petik adalah, isilah data pribadi anda dengan sebenar-benarnya, karena kalo tidak akan bernasib sial seperti saya...
hahaha...
buat teman2 saya di fb, jangan rindukan saya yya...
=D